ΣKalkulatorHub
Keuangan

Kalkulator Average Down Saham

Masukkan detail pembelian pertama dan pembelian tambahan Anda untuk mengetahui harga rata-rata beli yang baru.

Rp
lembar
Rp
lembar
Struk-Hitung ● hasil
Harga rata-rata baru
Isi form untuk mulai
Total lembar
Total modal

Diproses instan 0 data disimpan
— terima kasih telah menghitung —

Apa itu average down?

Average down adalah strategi membeli tambahan saham atau aset yang sama saat harganya turun dari harga beli sebelumnya, dengan tujuan menurunkan harga rata-rata beli secara keseluruhan. Strategi ini umum dipakai investor saham maupun crypto.

Rumus average down

Harga rata-rata = (Harga1 × Lembar1 + Harga2 × Lembar2) ÷ (Lembar1 + Lembar2)

Contoh: membeli 1.000 lembar di harga Rp3.500, lalu menambah 1.000 lembar di harga Rp2.800. Harga rata-rata baru = (3.500×1.000 + 2.800×1.000) ÷ 2.000 = Rp3.150.

Cara menghitung untuk lebih dari 2 kali pembelian

Kalkulator ini menghitung dua transaksi sekaligus. Untuk pembelian ketiga dan seterusnya, gunakan hasil rata-rata dan total lembar dari perhitungan sebelumnya sebagai "harga beli awal" dan "jumlah lembar awal", lalu masukkan transaksi baru sebagai pembelian tambahan.

Catatan penting

Average down membantu menurunkan harga rata-rata beli, tetapi juga menambah eksposur risiko jika harga terus turun. Keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis fundamental, bukan hanya pergerakan harga.

Pertanyaan umum

FAQ Kalkulator Average Down

Apa itu average down?

Average down adalah strategi membeli tambahan saham/aset yang sama saat harganya turun, dengan tujuan menurunkan rata-rata harga beli secara keseluruhan.

Bagaimana cara menghitung average down untuk lebih dari 2 kali pembelian?

Hitung dulu average down dari dua pembelian pertama, lalu gunakan hasil rata-rata dan total lembar tersebut sebagai "harga awal" pada perhitungan berikutnya bersama pembelian ketiga, dan seterusnya.

Apakah average down selalu strategi yang baik?

Tidak selalu. Average down menurunkan harga rata-rata beli, tetapi juga menambah eksposur risiko jika harga terus turun.